Train & Gain, The MC41 Subang Duets

In [StRiders]

Many folks told me, I look like a pile of bread. I can’t think where the hell the first bloke that mention that nickname inspiration came. Alas, I consider it in positive way; Maybe that dude only ate half slice of bread once a year. What a poor childhood…

Err…Nah, I don’t give a damn to his childhood. Alright, maybe I’m a type of fat! man who can absorb anything enough & use it for get fat! developed, just like a bread. Or pudding. Well, before I looked like a fat! devil who distract people mind who fasting at now, let’s start this post about my absorbing & gaining experience last month, here goes the tale…

Banyak yang bilang, saya ini seperti buntelan roti. Entah dapat ilham dari mana keparat yang perdana menyebutkan julukan itu, yang pasti, saya memandangnya positif; Mungkin dia saat kecil hanya makan roti 1 tahun 1/2 potong sekali. Kasihan.

Err…Enggak, saya tidak sudi mengasihani dia. Baiklah, mungkin saya termasuk manusia gendut! dengan daya resap cukup kuat & menggunakannya untuk makin gendut! berkembang, seperti roti. Atau pudding. Daripada saya dicap setan gendut! yang bisa merusak akhlak kalian yang sedang berpuasa saat ini, lebih baik kita mulai tulisan ini akan pengalaman menyerap & berkembang saya kemarin, here goes the tale…

Alexander Reyner Charisma Surya CBR250R Subang shootupnride.com

Several months ago, two Bandung Striders invited SNR crew to accompany them for circuit trackday at Subang, they are Aris (who always miss his ex) and Reyner (who always miss his lids). It started because they get heartburning of this Pont Pict video. To make it even hotter, Dhey bring one of the prime suspect of that video, Kuro the Black MC41. And pit area getting fiercer…

Beberapa bulan yang lalu, 2 Striders Bandung mengajak kru SNR untuk menemani mereka trackday ke sirkuit Subang, Aris (yang selalu kangen mantannya) & Reyner (yang selalu kangen helm-helmnya). Mereka panas akan video Pont Pict ini soalnya. Makin memanaskan suasana, sang peminjam profesional, Dhey sekalian membawa salah satu tersangkanya, Kuro the Black MC41. Situasi pit makin mendidih…

CBR250R Tank Fuel Subang Sticker Circuit shootupnride.com

Nah, it ain’t their true motivation. Aris & Reyner trackday reason is to celebrate the rising of the subsidized gasoline fuel price (for sure, they didn’t fill their bikes with it, so it’s more like an okay-just-do-your-thing statement). SNR crew also wanted to getting geeky with carrying TS-E 24 and Nifty-Fifty. Ain’t “circuit” gear right? Though, we want to free ourselves from the dogma, that if you want capture the action at a track, telephoto lenses is a must have. (Although I carried a telephoto lens in my bag, hell with it, I want to be looked like a quasi-experimental guy)

Enggak, itu bukan motivasi sejati mereka. Alasan Aris & Reyner trackday adalah untuk merayakan naiknya harga BBM Premium yang sekarang kalau bayar 10 ribu rupiah tidak dapat 2 liter lagi (Tentu mereka ngga isi CBR-nya dengan premium, jadi.. ngga ngaruh juga). Kru SNR juga ingin bereksperimen dengan menggotong TS-E 24 & Nifty-Fifty (Canon 50mm F 1.8). Tidak “sirkuit” sekali ya? Biar, kami ingin membebaskan diri dari dogma kalau mau memotret aksi sirkuit harus pakai lensa tele. (Padahal saya sendiri bawa lensa tele, biarlah, saya ingin terdengar sok eksperimental)

Charisma Surya RC Motogarage Alexander Reyner CBR250R MC41 Subang Circuit shootupnride.com

Indeed the scope of our lenses can’t capture the motion details as much as tele’s do. So we told Reyner and Aris that we’re gonna stay so close with the apex. They agreed, and courageously ready to hit us anytime they can. Perfect.

Jangkauan lensa yang kami bawa memang tidak bisa menangkap detail-detail khas lensa tele, ya sudah kami briefing dengan Reyner & Aris kalau posisi memotret kami akan dekat apex, Mereka setuju, dan dengan teguh hati siap menabrak kami. Mantap.

CBR250R Cornering Charisma Surya AGV Arai Subang shootupnride.com

And the fun time begun, Aris and Reyner desirefully all out hunting me. Perhaps they’re agitated by the fat semi-crouching photographer visual, that even upset the goats that seeking for their food near the track. (Goats? perhaps you wouldn’t believe it until you see it by yourself.)

Dan trackday pun dimulai, Aris & Reyner all-out bernafsu ingin menabrak saya, mungkin mereka terganggu akan visual seorang fotografer gendut! semi jongkok, yang bahkan kambing-kambing sirkuit Subang (ya, sirkuit ajaib ini juga jadi markas besar kambing) ikut gusar melihatnya.

CBR250R Tilt Shift Cornering Subang Kneedown shootupnride.com

How about Dhey and his borrowed Tilt-Shift? quite interesting. I rarely see people used a tilt-shift to capture moving objects, beside in Olympic. That manual focus + miniature effects are pretty nice.
Yeah, as Aris and Reyner tried to beat every side of the track, we also challenge our senses, out of the comfort zone that the best pictures on track must captured by a telephoto.

Bagaimana dengan Dhey & Tilt-Shift (pinjaman)-nya? Cukup menarik. Jarang saya lihat pemakai tilt-shift untuk menangkap momen aksi bergerak, kecuali saat Olimpiade. Manual fokus + fokusing efek miniatur yang harus pas. Yeah, selain Aris & Reyner yang mencoba menaklukan setiap sisi sirkuit & tunggangan mereka, kami juga menantang kreativitas kami, keluar dari zona aman kalau lensa paling cocok untuk sirkuit ya tele.

Alexander Reyner AGV GP Tech Marco Simoncelli 58 Subang Kneedown shootupnride.com

I don’t really get how a tilt-shift lens work, but when it hit the spot, my comment is: “Wow, the CBR250R is tiny, eh?” (Not to mention I tiptoed as I ride a cub). With a different tool and methods, comes a different result and paradigm. A new point of view, interesting!

Perhaps you wonder why we put a black frameline and 16:9 ratio on the photos of this post? Well, it’s also a part of my experiment to make it like a screenshot of a movie, for an (intented to be) epic widescreen. The result? Not yet.. The CBR aren’t quite much look alike VFR1200F, and the track also aren’t look as good as Victoria’s Secret catalog background. Perhaps later, with another experiment.

Saya kurang paham bagaimana fokusing lensa tilt-shift, yang jelas saat bidikannya tepat, komentar saya adalah; “Wow, CBR250R itu kecil ya?” (Padahal naik bebek saja jinjit). Dengan alat & metode yang berbeda, tentu akan muncul hasil & paradigma yang berbeda pula. Sebuah sudut pandang yang baru, menarik!

Kalian mungkin sedikit bingung, kok foto-foto di post ini memakai frame line hitam dan rasionya 16:9? Hah, itu juga termasuk eksperimen saya, yang (maunya) foto terlihat seperti screenshot dari film, dengan tujuan (terlihat) widescreen yang epik. Hasilnya? Belum…CBR250R-nya belum terlihat seperti VFR1200F, dan sirkuit Subang terlihat seperti background untuk katalog Victoria’s Secrets. Mungkin lain kali, dengan eksperimen lain.

Alexander Reyner Charisma Surya RC Motogarage shootupnride.com Subang

After 3 hours of tarmac dance excercise, finally Reyner and Aris took their break in the pit area. After the fresh shot of water to the throat, they wonder the result of our experiment which met some limitations regarding the field of shooting areas (or say: some willy-nilly). Interestingly, many pictures seem “Wow” (for me, not sure how Aris and Reyner thought about it) produced by the nifty-fifty, not the telephoto.. The pics I uploaded on SnR’s FB Page, since it seems nobody uploaded their pictures there lately. Too bad.

Setelah 3 jam berlatih dansa bersama, akhirnya Reyner & Aris berpulang ke pelukan area pit. Selain kesegaran air & tembakau, mereka juga penasaran bagaimana hasil eksperimen kami yang bergulat dengan keterbatasan (lebih tepatnya, pemaksaan) kamera kami. Menariknya, banyak foto yang saya anggap “Wow” (bagi saya, entah mereka) dihasilkan lensa nifty-fifty, bukan tele…Foto-foto itu saya upload di akun FB SNR, kasihan disana sudah jarang yang upload foto lagi.

Alexander Reyner Charisma Surya RC Motogarage Arai AGV Subang shootupnride.com

Well, the learning of our experiment, whether Aris and Reyner whom honing their riding skill and motorcycle limit, or we, in other side, honing our durability to endure the sun heat in the name of photography, we gain amount of knowledges, starting from how brilliant it is to take a portable fridge here, to the proper angles to maximize the lens scoop, and where the “A-ha!” moments happened mostly.

Ya, dari pembelajaran & eksperimen-eksperimen yang kami lakukan, baik Aris & Reyner yang mengasah skill riding & limit motor mereka, atau kami yang mengasah ketahanan tubuh menahan panas matahari atas nama fotografi, kami menerima banyak pengetahuan, mulai dari ide membawa kulkas portable, sudut-sudut yang paling pas untuk maksimalisasi lensa, serta titik-titik dimana momen paling “A-ha!” terjadi.

Alexander Reyner Charisma Surya RC Motogarage MC41 CBR250R Rear End shootupnride.com

Are those experience make us slightly better? Well, I’m not pretty sure. I didn’t really care about it. Keep practicing, search the knowledge and techniques, and improvise the action is likely my priority. Keep evoluting, re-shape without ever losing our true self. That is the mantra I hum everytime I aim the camera to the world.

Bunch of thanks for Aris and Reyner, and also Dhey for taking this pile of bread practising his shot in Subang track. Many things I had learned related to riding and photograph…

…I lied. All I remembered that day is the obligatory of bringing a portable fridge and fan. Wish that Ied Mubarak bring us the miracle so we get the SNR’s budget to get those 2 essential thing.

Apakah kami berkembang menjadi lebih baik berkat pembelajaran-pembelajaran tadi? Hmm…Entahlah. Saya tidak begitu peduli akan hal itu. Terus berlatih, mencari ilmu & teknik baru, serta improvisasi ketika beraksi lebih menjadi prioritas saya. Terus berevolusi, berubah bentuk, tanpa kehilangan jati diri sejati. Itulah mantra yang selalu saya dengungkan dalam otak setiap mengarahkan kamera terhadap dunia.

Terimakasih Aris & Reyner serta Dhey yang mengajak buntelan roti ini berlatih di Sirkuit Subang, banyak pengetahuan baru yang saya terima baik dalam riding ataupun fotografi…

…Bercanda. Yang saya dapat dari pembelajaran hari itu adalah keharusan membawa kulkas & kipas angin portable. Do’akan semoga keajaiban Lebaran terjadi agar anggaran SNR tersedia untuk 2 hal esensial itu.

22 Comments

  1. Nice! Keren fotonya, apalagi sama hasil lensa Tilt-shiftnya
    Ditunggu foto hasil eksperimen lainnya ;)

      • Kalo udah jadi, ASAP bakal aku pamerin..
        Tapi ngga kaya Mas Dhey lah, aku ngga punya tilt-shift lens soalnya.. dan ngga ada yang bisa dipinjemin :P

        • Hey, nobody told you to be like me :P
          afterall, ini eksperimen. Saya dan Rey cuma mau mencoba bikin sesuatu yang beda dengan apa yang saat itu ada di tangan.. Diluar itu, ya tentu optimalkan apa yang dipunya :)

  2. Om kalo trackday di subang satu motor bayar berapa ya?
    terus ada hari atau jam khusus ga buat yg baru pertama kali trackday?
    Oia om satu lagi kalo mau kesana harus buat janji dulu apa langsung dateng aja?
    Maap banyak 2 nanya om soalnya belum pernah ke sirkuit sama sekali. Hihihi

    • 50rb/motor. Joki boleh ganti-ganti.
      Ngga, all in kok.. namanya juga latihan. Cukup datang aja, selama ga ada event, terbuka buat umum/club kok, Biasanya yang jaganya ada jam 10an, kecuali udah kontak, bisa janjian di bawah jam segitu.

      Btw, disana ngga ada ambulance atau fasilitas medis kalo ga ada event. Jadi resiko tanggung sendiri ya, minimal pake gear kaya foto diatas ;)

  3. asik-asik photonya… selalu memunculkan style yang baru di nuansa photonya…. hohohoho… good job dude… : )

Submit a comment