STRIDERSPLAY: UNFORGETTABLE DETOUR

In The Crew, Uncategorized, [StRiders]

If you’ve following SNR for long enough, you’ll know that most of the Striders have the tendencies to get themselves shot by another Striders. The prolonged chat and chains artwork showoff through our social media has made us a fan for each others. Simply because we know the effort we took is far from easy. To enjoy a ride is one thing, to grasp the feel and extract it into visual and sharing the feeling is a whole different thing. Yet still we did it because we loved it.

Kalau ngikutin update SNR cukup lama, kamu bakal tahu kalau kebanyakan dari Striders punya kecenderungan ingin difoto oleh Strider lainnya. Obrolan panjang dan rentetan karya yang dipajang di sosmed membuat kita saling mengidolakan satu sama lain. Karena kita tahu kalau usaha untuk membuat foto-foto itu jauh dari mudah. Untuk dapat menikmati riding itu satu hal, tapi meresapi dan menuangkannya jadi bentuk visual serta membagi perasaannya itu hal yang benar-benar berbeda. Yet still we did it because we loved it.

Arai Quantum Dainese Respiro Haryudha Azhari

The one that pretty much persistent to get us (me and Rey) to shoot him is: Haryudha Azhari Trengginas. Apart from how long our friendship rolled, or how many thing we have in common as striders. Without even talking, we can see how he loved Shootupnride. There was only 4 stickers attached on his GL200, a pair of Honda logos on the tank, and 2 SNR stickers on each side of the rear. Now, one in front, and also on his helmet. Now tell us, how could we say no to that?

Since we live in three different cities, it’s not easy to hang around together. Thanks to Aris, his wedding succesfully gathered us in Bandung. And also to Yudha’s jobless status that time, since the term “fresh graduate” is overrated.

Salah satu yang keukeuh ingin difoto oleh saya dan Reyhan adalah: Haryudha Azhari Trengginas. Terlepas dari berapa lama kami berteman atau seberapa dekat keakraban kami sebagai Striders, tanpa bicara pun kami bisa lihat seperti apa perasaannya akan Shootupnride. Sebelumny hanya ada 4 stiker yang nempel di GL-200nya. Sepasang logo honda di tangki, dan 2 stiker SNR di masing-masing sisi buntutnya. Sekarang ditambah 1 di depan dan juga di helm. Gimana caranya kami bisa nolak itu?

Berhubung kami bertiga tinggal di kota yang berbeda, ngga mudah buat bisa ngumpul bareng. Thanks to Aris, pernikahannya sukses ngumpulin kami bertiga di Bandung. Juga status Yudha waktu itu yang pengangguran, nginget istilah “fresh graduate” rasanya ngga banget nempel di dia, haha.

KYT Runner Shoei Wyvern Arai Quantum

After tasting all the food at the wedding, Yudha stayed overnight in our base, spending time with talking about national economic growth, political issue, latest fashion trend, and celebrity gossip.
No.

Motorcycle world and all the miraculous beauty around it, of course. We’re striders, what else do you expect?

Setelah mengicip setiap santapan di kawinan Aris, Yudha menginap semalam di SNR base. Kami menghabiskan waktu dengan membahas pertumbuhan ekonomi nasional, isu-isu politik, tren fashion terkini dan gosip selebriti.
Nggak.

Dunia motor dan semua hal-hal ‘ajaib’ yang terjadi di dalamnya tentu. Namanya juga Striders, mau bahas apa lagi?

Padalarang Toll Highway Landscape Panorama Rice Field Train

So little time, too much stories to tell, but Yudha gotta go back to Jakarta the next day since he got a job interview call (and he made it, yeah!). At the afternoon I lead him riding out of our city, with a little -or much, depends- detour. Actually, I’ve never been through this route before. But after seeing the scenery been given, going the the right way may not seem so important anymore.

Maybe.

Terlalu singkat waktu yang tersedia, terlalu banyak cerita untuk dibahas, Yudha harus kembali ke Jakarta esoknya karena ia mendapat panggilan wawancara kerja (dan diterima!). Sorenya kami antar dia keluar dari Bandung, dengan rute yang sedikit -atau banyak, relatif- memutar. Sebenarnya saya belum pernah melewati rute ini sebelumnya, Tapi melihat pemandangan yang terhampar, nampaknya melewati rute yang benar ngga sepenting itu.

Mungkin.

Honda Tiger GL FDR MP57 Haryudha Arai

Holiday is over going to be over soon, and Yudha will face his new routines as a worker. We’re not really sure how boring his daily life before since he’s kind of over-attracted to a pile of.. cow turd.

Masa liburan segera berakhir, saatnya Yudha menghadapi rutinitas baru sebagai pekerja. Kami ngga yakin keseharian Yudha cukup menarik sebelumnya, melihat dia nampaknya senang sekali bisa nemu.. seonggok kotoran sapi.

Honda Tiger GL Padalarang Toll Highway Haryudha Arai

We understand, though. Fleeing from the most crowded city in Indonesia must be a big release, and it just made everything around is more interesting.

Tapi kami mengerti bahwa bisa lepas dari kota paling sibuk di Indonesia untuk beberapa saat itu pasti sangat melegakan, sehingga itu membuat detail-detail di sekeliling kita jadi lebih menarik.

Haryudha Tiger Honda GL Arai Reyhan Firdaus

And to escape the routines, we’ve chose to spend most of our time on motorcycles, those beautiful piece of art and machinery. One of the biggest reason: they brought out the childish side within us..

But really, dude? Cow Turds?

Dan untuk lepas dari rutinitas yang menjemukan, kita memilih menghabiskan waktu dengan sepeda motor, those beautiful piece of art and machinery. Salah satu alasan terbesarnya: sepeda motor membangkitkan sifat kekanakan di diri kita.

Tapi serius, Dha? Tahi sapi?

Arai Eiger Haryudha Padalarang Highway

Sometimes I think motorcycle is just like a time machine, where I can detach myself from the circle and see everything else move on its routine order.

Kadang saya berpikir sepeda motor itu kaya mesin waktu, dimana saya bisa melangkah keluar diri dari lingkaran rutinitas, dan melihat semua hal lainnya bergerak dalam rentetan yang sibuk.

Reyhan Firdaus Madshouse Tees Padalarang

Ah, can’t say you are the only one who got lost in the moment, mate.

Ah, bukan cuma kamu kok yang terbawa suasana.

Arai Quantum Tiger Visor

Not too bad for a short ride, right?

Ngga buruk kan buat ukuran riding singkat?

Arai Honda Rice Field Tiger GL 200 Haryudha

But let’s ride back to the correct path again. My vision is bad when it’s getting dark.

Tapi sekarang mending balik ke rute yang seharusnya. Mata saya burem begitu mulai gelap.

Shoei Wyvern White Shootupnride Sticker

Going home is just another journey, and you can tell your family about the things you see on your short vacation. It may not much, still it’s better than spending hours in the traffic, right?

Good luck with your new phase of life, dude. And when it started to bored you up, let’s ride again one day.

Perjalanan pulang juga sebuah petualangan, dan nanti kamu bisa cerita ke orang-orang di rumah tentang yang kamu lihat di liburan singkat ini. Mungkin ngga banyak, tapi masih mending dibanding berjam-jam di kemacetan kan?

Good luck with your new phase of life, dude. And when it started to bored you up, let’s ride again one day.

Haryudha’s Instagram: @haryudha

22 Comments

  1. In every walk with nature, one receives far more than he seeks. Itu mungkin mengapa Yudha senang sekali tatkala menemukan tahi sapi. Toh itu mungkin lebih dari yang ia bayangkan.

      • Woalah tak kira beneran Airoh Pit One,soalnya air vent nya mirip pake banget,atau jangan jangan Airoh yang pakai lisensi merk Runner2,haha..

  2. belajar dari sapi yang ikhlas mengeluarkan tahi nya. yudha belajar ikhlas untuk melepas masa penganggurannya. got it.

  3. baru kali ini saya baca suatu blog sampe kelar (setiap postingan saya baca). Narasi nya asik, fotonya menarik. Joss pokoke.
    Salam kenal all, :D

    • salam kenal juga mas Ivan. Ini diatas tol cipularang, udah masuk area Purwakarta kayanya. Masuknya dari Cisarua. Saya ngga tau kordinatnya, soalnya memang biasa explore and forget biar bisa nyasar lagi ke area baru. Tapi untuk yang ini saya masih ingat jalurnya. Main-main bareng aja kapan-kapan mas.. :D

  4. lama banget nggak main ke SnR. pas buka-buka arsip nemu tulisan ini. kok jadi baper ya, secara sekarang aku juga harus mengais rejeki di ibukota, dengan jalanan macet yang bahkan mematikan keinginan untuk bawa motor! sedikit waktu di jogja sana untuk riding kemarin memang rasanya adrenalin memuncak, tapi belum tersalurkan harus balik ke realita. kangen sih riding menelusuri ijonya bantul, kulonprogo dan gunungkidul. ya sudahlah.

    kok jadi curhat ya? :|

    • Monggo curhat mas hehehe, well, pas aku liat di hashtag #shootupnride di Instagram, lumayan banyak juga striders yang tetap bisa having fun di balik lilitan ibukota, mungkin cara approach-nya ngeliat playgroundnya sih :D

    • Apa sekalian aja sesi curhatnya dibikin jadi #stridersmeet Jakarta mas? biar jadi curhat berjamaah gitu. Saya yakin bukan mas sendirian yang ngerasa begitu kok. Ngobrol bareng sambil pada ngopi2 ngelantur kedengerannya seru :D

Leave a Reply to nbsusanto Cancel reply