[Orange] Crush, Irfan Rahardian & Kawasaki D-Tracker 150

In IAmWhatIRide, [StRiders]

For me, motorcycle were like a game (and girls), where each and every one got it’s own rules (for girls part, it’s called terms & condition). Well, girls aren’t a plaything, so were bikes. But those three, the most favourites source of happiness in the world, got one similar essential requirement : A proper introduction and approaching.

Saya rasa, motor itu seperti permainan (dan perempuan), masing-masing memiliki peraturannya sendiri (untuk perempuan, itu disebut syarat & ketentuan jadian). Well, perempuan bukan mainan, begitu pula dengan motor. Namun tiga sumber kesenangan favorit di dunia itu memiliki satu aturan yang sama : Dibutuhkan perkenalan & pendekatan yang benar.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (14)

That first step of motorcycle & rider relationship happened with Irfan Rahardian, Jogja Striders. After 8 years of not-so-excruciating battle at college, he congratulate himself with a special prize : Brand new Kawasaki D-Tracker 150. (Well, congrats ‘Pank for those two newly acquired!) But, even after some trashing on both streets and dirt ride, he’s still struggling to find the suitable riding style to unleash his orange machine potential. The plan for that quest? Tomorrow’s gymkhana.

Bagian pertama dari hubungan antara motor & pengendaranya itu terjadi kepada Irfan Rahardian, Striders Jogja. Setelah 8 tahun pertempuran di perkuliahan, akhirnya ia memberi penghargaan kepada dirinya dengan hadiah spesial : Kawasaki D-Tracker 150 baru. (Selamat ‘Pank untuk dua hal baru kau peroleh!) Namun, bahkan setelah beberapa aksi di jalanan & tanah, dia masih mencari apa gaya riding yang cocok untuk mengerahkan potensi mesin orange-nya. Rencana pencarian jawabannya? Latihan gymkhana untuk besok.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (16)

And here we are, at Sultan Agung stadium as usual, accompanied by Sasori and its owner, Big D, while you can see, testing D-Tracker load of suspension limit . And seeing his grimace, looks like he won’t just torture it on static…

Dan inilah kita, di stadion Sultan Agung seperti biasa, ditemani Sasori dan pemiliknya, Big D, yang kalian bisa saksikan, mengetes batas beban suspensi D-Tracker. Melihat seringai keji-nya, sepertinya ia tidak puas hanya menyiksa-nya dalam kondisi diam…

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (13)

Uhh…Well, at glance, D-Tracker didn’t even scream for forgiveness from hustlin’ Big D…

Uhh…Well, sekilas, D-Tracker tidak berteriak minta ampun akan terjangan Big D…

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (3)

…Or not yet. Its chunky 14″ wheels finally shows its limit : Getting square’d. Thats answering why Hulk never ride a D-Tracker 150 (only KX450F), and its finally end Big D’s trolling test.

…Atau belum. Roda 14″ yang gempal akhirnya menunjukan batas toleransi-nya : Terkotakan. Itu menjawab mengapa Hulk tidak pernah mengendarai D-Tracker 150 (hanya KX450F), dan itu mengakhiri trolling test Big D.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (4)

After reassuring Ipank that his bike suspension still working (and magically, feels better!), Big D explain the basic drill for Sultan Agung gymkhana : A date with figure eight.

Setelah meyakinkan Ipank bahwa suspensi motornya masih bekerja (dan ajaibnya, terasa lebih enak!), Big D menjelaskan ujian dasar akan gymkhana Sultan Agung : Kencan dengan figur delapan.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (2)

As you guys already knew, figure eight ain’t just a simple exercise. Throttle and steering control are the key to find the right compatibility between the bike and the track, and of course…

Seperti yang kalian tahu, figur delapan bukan hanya latihan biasa. Throttle & kontrol kemudi adalah kunci dalam mencari kecocokan antara motor dengan jalur, dan tentunya…

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (11)

…Another vital part for the date : Proper body position. After years of doing curves in mostly neutral bo-pos, Ipank finally found the freedom by experimenting with both ‘lean bike’ & ‘lean body’ style. And looking from its swiftness & precision, seems like Ipang were enjoying his time leaning the bike to finally release what D-Tracker 150 is all about : Agile and mean little motard.

…Bagian vital lain untuk kencan ini : Posisi badan yang tepat. Setelah bertahun-tahun dengan gaya netral, Ipank mencoba bereksperimen dengan gaya lean bike & lean body. Menilai dari kegesitan & kepresisianya, sepertinya Ipank memilih gaya lean bike untuk mengerahkan apa identitas dari D-Tracker 150 : Supermotard mungil nan lincah.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (8)

Yeah, after a mesmerizing dates, Ipank’s line now feels tighter and faster as Slipknot next album will be. But his curiosity ain’t cured yet, especially about what another tricks that D-Tracker could provide for him…

Yeah, setelah kencan yang memusingkan, akhirnya line Ipank terasa lebih ketat & kencang layaknya album Slipknot yang akan datang. Namun rasa penasarannya masih belum terobati sempurna, terutama akan apa kemampuan D-Tracker yang dapat dikerahkan untuknya…

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (12)

First one, the basic hooligan act : Clutch wheelies. No problem. But Ipank finally comes with the conclusion that bigger rear sprocket, carb & valve fettling, and harder clutch springs could raise the level for its front-end lifting trick.

Pertama-tama, aksi hooligan dasar : Clutch wheelies. Tidak masalah. Namun Ipank menemukan bahwa dengan sproket belakang lebih besar, setelan karburator & klep serta per kopling yang lebih keras dapat meningkatkan level akan kegiatan mengangguk-anggukan bagian depan.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (9)

Nothing screams supermotard life louder more than dirt slide! Even after doing this trick with different kind of bikes, Ipank always think that bikes are same as Dangdut singer : Different butt, different sweep.

Tidak ada yang berteriak lebih keras akan gaya hidup supermotard dibanding dirt slide! Meski sudah melakukan trik ini dengan beragam motor, Ipank selalu merasa bahwa motor mirip penyanyi Dangdut : Lain bokongnya, lain goyangannya.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (7)

And the final hooligan test for license to kill (the speed) : Endo. At last, Ipank got the suitable partner that bring the same attitude as his first (and still) bikes for trashing, the mighty Astrea Grand. (That on SNR circle honoured with #NoCureForIt machine)

Dan akhirnya test hooligan terakhir untuk mengakhiri riwayat (kecepatan) : Endo. Akhirnya, Ipank menemukan partner tepat yang memiliki gelagat yang mirip dengan motor pertama (dan masih) untuk aksi gila-gilaan, si tangguh Astrea Grand. (yang dalam lingkaran SNR diberkati gelar mesin #GakAdaObatnya)

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (10)

Now it makes Big D worried while he testing the Sasori’s steering effect after changed the tires. Quoting his own words :

“Ipank with supermotard was like injecting grasshopper with acid, it will jump higher, screeching louder, and climbing weirder terrain more than before…”

Basicly, Erland TWC Jogja’s counterpart.

Itu membuat Big D yang sedang mengetes efek kemudi setelah mengganti ban merasa khawatir. Mengutip ucapannya :

“Ipank dengan supermotard seperti mencekoki belalang dengan LSD, ia akan melompat lebih tinggi, mendesis lebih keras, dan memanjat medan yang lebih absurd dibanding sebelumnya…”

Pendeknya, Erland TWC versi Jogja.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (15)

With those short act of introduction & approach, looks like Ipank gonna stick with this not-yet-named machine, gathered supermotard life’s roses that nowadays infecting lots of Indonesian riders. Of course, Ipank will find it with his own way ; Full-tilt expeditious style.

Dengan kegiatan perkenalan & pendekatan singkat itu, nampaknnya Ipank akan tetap bersama mesin-belum-ada-nama ini, mencari jati diri akan kehidupan supermotard yang belakangan sedang menjangkiti banyak pengendara motor Indonesia. Tentunya, Ipank akan mencarinya dengan gayanya sendiri : Full-tilt expeditious style.

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (5)

So, what’s next for the next date after Ipank declared “This D-Tracker 150 is mine now!” As usual, more epic (random) ride plan for the future. Oh, and the effect of what’s makes supermotard & cafe racers differ from another bike culture : Its got own disintictve style of riding gear. New helmet to matching the bike, ‘Pank?

Jadi, apa kencan selanjutnya setelah Ipank mendeklarasikan “D-Tracker 150 ini milikku sekarang muahahaha!” Seperti biasa, lebih banyak rencana riding (asal-asalan) untuk kedepannya. Oh, dan efek akan apa yang membuat supermotard & cafe racer berbeda dengan kultur motor lainnya : Memiliki kostum riding gear spesial. Helm baru yang cocok dengan motor, ‘Pank?

Irfan Rahardian Kawasaki D-Tracker 150 Sultan Agung Stadion Bantul Yogyakarta Gymkhana Supermoto shootupnride.com (17)

Well, that’s cap off for Ipank cutting the Gordian knot with his new machine story. With more (devilish) miles will carved on its small odometer, SNR will be the storyteller that harp on one string for years : When motorcycles affecting on its rider’s life, vice versa. Let’s shoot up and ride!

Well, itu menutup kisah Ipank menyelami karakter mesin barunya. Dengan kilometer (sesat) yang akan dipahat dalam odometer mungilnya, SNR akan menjadi pendongeng yang kalian pasti sudah muak mendengar judulnya : Ketika motor mempengaruhi kehidupan pengendaranya, dan juga sebaliknya. Let’s shoot up and ride!

9 Comments

Submit a comment